peptida dan polipeptida kimed


Peptida 
 merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor. [1]
Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme. Namun, untuk mensintesis peptida, tidak semudah mencampurkan asam amino begitu saja. Seperti contohnya: mencampurkan glutamine (E) dan serine (S) dapat menghasilkan E-S, S-E, S-S, E-E, dan bahkan polipeptida seperti E-S-S-E-E. Untuk menghindari asam amino berikatan tidak terkendali, perlu dilakukan perlindungan dan kontrol terhadap ikatan peptida yang akan terjadis sehingga ikatan yang terbentuk sesuai dengan yang diinginkan. Langkah-langkah sintesis peptida adalah sebagai berikut: asam amino ditambahkan gugus proteksi. Kemudian asam amino yang diproteksi dilarutkan dalam pelarut seperti dimetyhlformamide (DMF) yand digabungkan dengan coupling reagents dipompa melalui kolom sintesis. Grup proteksi dihilangkan dari asam amino melalui reaksi deproteksi. Kemudian pereaksi deproteksi dihilangkan agar tercipta suasana penggabungan yang bersih. Coupling reagents, contohnya N,N'-dicyclohexylcarbodiimide (DCCI), membantu pembentukan ikatan peptida. Setelah reaksi coupling terbentuk, coupling reagents dicuci untuk menciptakan suasana deproteksi yang bersih. Proses proteksi, deproteksi, dan coupling ini terus dilakukan berulang-ulang hingga tercipta peptida yang diinginkan.
Kelas peptide
Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.[4]
Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.[5]
Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Polipeptida
 Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein.
Peptida atau polipeptida bebas juga merupakan molekul aktif penyusun hormon yang memiliki aktifitas biologis dalam tubuh manusia, seperti pada hormon insulin, glukagon dan kortikotropin. Insulin mengandung dua rantai polipeptida, satu polipeptida mengandung 30 residu asam amino dan yang lain mengandung 21 residu asam amino. Kortikotropin mengandung 39 residu asam amino dan hormon oksitosin hanya mengandung 9 residu asam amino.
Polipeptida mengandung banyak asam amino ini saling menempel dalam garis lurus, dengan cara yang sama sebagai garis orang berpegangan tangan di antara mereka. Biasanya, rantai polipeptida juga memiliki rantai menempel ke samping pada titik-titik tertentu. Salah satu polipeptida dapat berisi sebanyak 2.000 asam amino individual.
Di dalam tubuh, polipeptida dapat melakukan fungsi mereka. Mereka juga mungkin perlu untuk bergabung dengan yang lain untuk membentuk protein baru dengan fungsi biologis. Kadang-kadang, polipeptida tunggal dibuat sebagai produk sel besar, dan kemudian sel menggunakan enzim untuk memotongnya menjadi bagian-bagian fungsional.
Polipeptida pertama kali dibuat ketika sel membaca instruksi genetik dan menerjemahkan informasi ke dalam urutan asam amino. Setiap kode gen untuk produk tertentu, dan asam amino yang diperlukan dikumpulkan dan terjebak bersama-sama dalam urutan yang benar. Urutannya adalah penting untuk polipeptida berfungsi dengan baik, karena kalau tidak, tidak dapat berinteraksi dengan baik dengan target sifat.
Referensi
1.Online. http:// Asam Amino | Sifat-sifat Asam Amino |. (Diakses 23 April 2012).
2.    Online. http:// KODE GENETIK | SINTESIS PROTEIN. (Diakses 23 April 2012).
3.    Patta, Muis.  2011. Kimia Organik Sekolah Menengah Analis Kimia. Makassar.
4.    Online. http://pengertian-peptida-50371629082011.htm. (Diakses 23 April 2012).
Permasalahan
1.apa perbedaan peptide dan polipeptida?
2.sebutkan beberapa kelas peptide?

Comments

  1. Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein. sedangkan Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA.

    ReplyDelete

  2. no 2
    ribosomal
    non ribosomal
    hasil digesti
    polipeptida

    ReplyDelete
  3. Jawaban no. 1
    Peptida adalah polimer pendek. 
    Peptida adalah nama lain untuk protein, namun tidak dianggap sebagai protein karena ukurannya. 
    Peptida adalah senyawa yang terdiri dari dua atau lebih asam amino. 
    Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein.

    ReplyDelete
  4. Jawaban no. 2
    ribosomal, non ribosomal, hasil digesti, polipeptida

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Hallo kak ai, saya akan mncoba mnjawab pertanyaan nmor 2
    Peptida Ribosomal
    Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.[4]
    Peptida non-Ribosomal
    Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.[5]
    Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
    Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
    Polipeptida
    Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein.

    ReplyDelete
  7. Polipeptida merupakan polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus karboksil (COOH) dengan gugus amino.sedangkan Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Peptida juga diartikan sebagai senyawa yang terbentuk dengan menghubungkan satu atau lebih asam amino dengan ikatan kovalen (Jenis ikatan kimia yang terjadi ketika atom berbagi elektron)

    ReplyDelete
  8. artikelnya sangat bermanfaat sekali terimakasih :)

    ReplyDelete
  9. Hallo kak ai.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
    Adapun beberapa kelas dari peptida diantaranya, yaitu:
    1. Peptida Ribosomal
    Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.[4]
    2. Peptida non-Ribosomal
    Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.[5]
    3. Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
    Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.

    ReplyDelete
  10. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu Peptida adalah polimer pendek.
    Peptida adalah nama lain untuk protein, namun tidak dianggap sebagai protein karena ukurannya.
    Peptida adalah senyawa yang terdiri dari dua atau lebih asam amino.
    Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein.

    ReplyDelete
  11. Polipeptida merupakan polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus karboksil (COOH) dengan gugus amino.sedangkan Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Peptida juga diartikan sebagai senyawa yang terbentuk dengan menghubungkan satu atau lebih asam amino dengan ikatan kovalen (Jenis ikatan kimia yang terjadi ketika atom berbagi elektron)

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Hai kak ai saya coba bantu jawab nomor 2 Kelas peptida
    Peptida dapat dikelompokkan menurut kemiripan struktur dan fungsinya.
    Peptida Ribosomal
    Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
    Peptida non-Ribosomal
    Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
    Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
    Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan proteasespesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.

    ReplyDelete
  14. Halo kak Ai. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2.
    Beberapa kelas dari peptida diantaranya, yaitu:
    1. Peptida Ribosomal
    Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
    2. Peptida non-Ribosomal
    Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
    3. Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
    Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.

    ReplyDelete
  15. Hai kak ai. Saya mau menanyakan perbedaa dari ke 4 kelas dari peptida di atas apa ya?
    Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Halo kak, menurut saya polipeptida merupakan n polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus karboksil (COOH) dengan gugus amino. Satu atau lebih polipeptida dapat membentuk protein, contohnya enzim. Polipeptida terbentuk melalui proses ekspresi gen yang terjadi di dalam sel. Sedangkan Peptida adalah polimer pendek terdiri dari dua atau lebih asam amino. Bila asam amino akan bereaksi terhadap gugus amino lain, ia akan terhubung ke kelompok tersebut, menciptakan ikatan peptida. Jadi ketika Anda berbicara tentang hubungan utama struktur protein, ikatan peptida menyatukan struktur semacam itu. Terimakasih :)).

    ReplyDelete
  17. Hello kak saya akan menjawab pertanyaan nomor 1,
    Peptida adalah polimer pendek.
    Peptida adalah nama lain untuk protein, namun tidak dianggap sebagai protein karena ukurannya.
    Peptida adalah senyawa yang terdiri dari dua atau lebih asam amino.

    ReplyDelete
  18. Haii kak, mega bantu jawab permasalahan nomor 2 ya,,
    Menurut mega peptida dapat dikelompokkan menurut kemiripan struktur dan fungsinya.
    Peptida Ribosomal
    Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
    Peptida non-Ribosomal
    Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
    Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
    Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.

    ReplyDelete
  19. hai kak ai...
    saya coba jawab ya
    adapun kelas peptida adalah:
    ribosomal
    non ribosomal
    hasil digesti
    polipeptida

    ReplyDelete


  20. Polipeptida adalah senyawa asam amino yang mengandung sepuluh atau lebih asam amino. Jika ada lebih dari lima puluh asam amino, sekarang ini dianggap sebagai protein. sedangkan Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA.

    ReplyDelete
  21. Peptide berperan dalam metabolisme tubuh

    ReplyDelete
  22. hai kak. menurut saya polipeptida merupakan n polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus karboksil (COOH) dengan gugus amino. Satu atau lebih polipeptida dapat membentuk protein, contohnya enzim. Polipeptida terbentuk melalui proses ekspresi gen yang terjadi di dalam sel. Sedangkan Peptida adalah polimer pendek terdiri dari dua atau lebih asam amino. Bila asam amino akan bereaksi terhadap gugus amino lain, ia akan terhubung ke kelompok tersebut, menciptakan ikatan peptida. Jadi ketika Anda berbicara tentang hubungan utama struktur protein, ikatan peptida menyatukan struktur semacam itu. Terimakasih :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

identifikasi farmakofor

asteroklorosis dan hiperlipedemia